Selasa, 19 Januari 2021

Film Digital


Hallo kembali lagi sama saya Dani Nur Adheanto dari kelas 2IA07 kali ini kita akan membahas tentang perfilman langsung saja kita menuju materi.            

        Pembuatan film (dalam konteks akademis sering disebut produksi film) adalah proses pembuatan suatu film mulai dari cerita, ide atau komisi awal, melalui penulisan naskah, perekaman, penyuntingan, pengarahan dan pemutaran produk akhir di hadapan penonton yang akan menghasilkan sebuah program televisi Pembuatan film terjadi di seluruh dunia dalam berbagai konteks ekonomi, sosial, dan politik , dan menggunakan berbagai teknologi dan teknik sinema.

Berikut ini adalah tahapan produksi film yaitu:

1.      1. Development

Adapun yang pertama kita lakukan yakni Development, dalam tahap ini yang dilakukan adalah pengembangan ide, menentukan jenis cerita, genre dan format, penulisan skenario. Sebuah gagasan atau ide bisa datang darimana saja misalnya; dari novel, kisah nyata, dan lain-lain. Dalam pembuatan film ada istilah triangle system yaitu produser, sutradara dan penulis naskah. Ketika sedang berada tahap ini biasanya mudah untuk mendapatkan ide, dan mereka akan bekerjasama untuk membuat premis, sinopsis, treatment kemudian skenario. Berikutnya produser dan sutradara menyiapkan treatment untuk menyampaikannya kepada investor. Jika berhasil, film ini akan menerima dana untuk proses produksi.

2. Pra Produksi

Selanjutnya pada tahap produksi film ini, setiap langkah yang diambil harus berhati-hati dalam merancang dan merecanakannya. Dikarenakan pada tahap ini akan menentukan tahap berikutnya. Sebagian orang mempunyai pendapat bahwa pada tahap ini semua konsep yang perlu diperdebatkan silahkan diperdebatkan daripada sudah sampai ketahap produksi baru berdebat dan itu sangat memakan waktu, tenaga dan pikiran. Ketika masuk pada tahap ini hal yang harus dipersiapkan yakni; perencanaan biaya, penjadwalan, analisis naskah lalu ada pembagian tugas lagi menjadi (analisis karakter, analisis wardrobe, analisis setting dan property), dan ada istilah master breakdown, terus ada hunting yang kemudian dibagi menjadi (hunting lokasi dan penetapan lokasi, hunting properti dan wardrobecasting, perekrutan kru dan penyewaan peralatan), dan yang paling terakhir adalah desain produksi.

3. Produksi

Kemudian dalam tahap ini yakni semua materi yang sudah direncanakan pada dua tahap sebelumnya yang masih mentah untuk direkam baik gambar maupun suara. Ketika semua perencanaan sudah matang nantinya akan lebih memudahkan dalam menghasilkan produksi yang bagus. Akan tetapi, sering terjadi dalam setiap pembuatan film apa yang direncanakan dan di lapangan ada perubahan. Ketika kondisi seperti ini dibutuhkan kemampuan untuk mengambil keputusan yang baik dan tidak mudah panik jika terjadi suatu perubahan-perubahan yang mendadak.

4. Pasca Produksi

Setelah kegiatan produksi, kemudian pada tahap Pasca Produksi hasil rekaman akan dilakukan editing, penataan suara, penambahan efek, scoring music, dan colour grading. Dalam tahap ini, bukan hanya seorang editor saja yang mempunyai tugas atau peran untuk menentukan potongan-potongan gambar. Tetapi, pengawasan dari seorang sutradara dan produser juga diperlukan pada tahap editing agar menjaga keutuhan cerita.

5. Distribusi

Berikutnya tahap produksi film yang paling akhir, yakni film yang sudah selesai akan disalurkan untuk penonton. Pada tahap ini ada beberapa unsur untuk menyaluran film antara lain: bioskop, pemutaran alternatif, festival dan media seperti DVD. Dalam memilih distribusi ini perlu adanya pertimbangan yang baik, kalau perlu sebelum filmnya sudah diproduksi. Agar nantinya target penonton untuk film yang sudah kita produksi ini bisa tepat sasaran.

Pekembanagan film dari masa ke masa

Perkembangan film sangat pesat dari teknologi kamera yang di gunakan maupun teknik editingnya sangat bagus. Di jaman sekarang alat canggih yang sudah menadai untuk membuat sebuah film, Untuk kamera sudah banyak pilihan untuk di gunakan membuat mengambil gambar. Terlepas kamera masih banyak alat pendukung lainnya seperti lighting cahaya dan juga software editing yang juga samakin canggih dan memiliki banyak sekali menu menu yang di gunakan untuk mengedit sebuah video maupun gambar.

Perkembangan film dimulai ketika digunakannya alat kinetoskop temuan Thomas Alfa Edison yang pada masa itu digunakan oleh penonton individual. Film awal masih bisu dan tidak berwarna. Pemutaran film di bioskop untuk pertama kalinya dilakukan pada awal abad 20, hingga industri film Hollywood yang pertama kali, bahkan hingga saat ini merajai industri perfilman populer secara global. Pada tahun 1927 teknologi sudah cukup mumpuni untuk memproduksi film bicara yang dialognya dapat didengar secara langsung, tetapi masih hitam-putih. Hingga pada 1937 teknologi film sudah mampu memproduksi film berwarna yang lebih menarik dan diikuti dengan alur cerita yang mulai populer. Pada tahun1970-an, film sudah bisa direkam dalam jumlah massal dengan menggunakan videotape yang kemudian dijual. Tahun 1980-an ditemukan teknologi laser disc, lalu VCD dan kemudian menyusul teknologi DVD. Hingga saat ini digital movie yang lebih praktis banyak digemari sehingga semakin menjadikan popularitas film meningkat dan film menjadi semakin dekat dengan keserarian masyarakat modern.

Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Perkembangan_Film

https://id.wikipedia.org/wiki/Pembuatan_film

https://studioantelope.com/tahap-produksi-film

Jumat, 08 Januari 2021

Tokopedia

            Hallo balik lagi bersama saya Dani Nur Adhento dari kelas 2IA07, Kali ini saya akan membahas tentang sebuah startup yang terkenal di indonesia yaitu TOKOPEDIA lanjut saja kita ke materi pembahasanya. Tokopedia merupakan perusahaan pegadangan elektronik atau sering disebut toko daring. Sejak didirikan pada tahun 2009, Tokopedia telah bertransformasi menjadi sebuah unicorn yang berpengaruh tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Asia Tenggara. Hingga saat ini, Tokopedia termasuk marketplace yang paling banyak dikunjungi oleh masyarakat Indonesia. Tokopedia turut mendukung para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan perorangan untuk mengembangkan usaha mereka dengan memasarkan produk secara daring dengan Pemerintah dan pihak-pihak lainnya. Salah satu program kolaborasi yang diinisasi oleh Tokopedia adalah acara tahunan MAKERFEST yang diadakan sejak bulan Maret 2018. Sejak tahun 2018, Tokopedia juga menghadirkan Tokopedia Center. 

Startup Indonesia ini merupakan salah satu situs belanja online (e-commerce) terlaris di Indonesia sejak resmi diluncurkan pada 17 Agustus 2009 lalu. Perusahaan yang didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison ini menjadi perusahaan startup Indonesia dan Asia Tenggara pertama yang mendapatkan pendanaan sebesar US$100 juta atau sekitar Rp1,2 triliun dari Sequoia Capital dan SoftBank Internet and Media Inc. (SIMI).

Baru-baru ini pada Agustus 2017, startup Indonesia ini menerima investasi dari perusahaan asal Tiongkok, Alibaba, sebesar US$1,1 milyar. Berkat kiprahnya, Tokopedia terpilih sebagai Marketeers of the Year pada Markplus Conference 2015 yang digelar Markplus Inc. serta Best Company in Consumer Industry dari Indonesia Digital Economy Award pada Mei 2016 lalu.

 

Selanjutnya kita akan membahas tentang peluang usaha untuk meningkatkan peluang usaha agar lebih maju sebagai berikut ini :

1.      Memberikan Harga Produk yang Berkualitas dengan Harga yang Lebih murah dari Kompetitor

    Dalam menjalankan bisnis memang sebagian besar tujuannya adalah untuk mendapatkan keuntungan penjualan. Tidak heran banyak pebisnis yang akan selalu berusaha untuk memperoleh keuntungan dengan menetapkan harga yang sangat mahal untuk produk atau jasa yang mereka miliki. Meskipun produk atau jasa tersebut benar-benar berkualitas, namun konsumen pun akan berpikir berulang kali sebelum memutuskan menggunakan produk atau jasa tersebut. Hal inilah yang mengkhawatirkan.

Menerapkan harga yang tinggi pada barang atau jasa yang Anda tawarkan secara tidak langsung membuang kesempatan Anda untuk mendapatkan konsumen baru. Namun, ketika Anda menerapkan harga yang lebih murah pada produk dan jasa yang berkualitas, tentu para pelanggan akan lebih memilih usaha milik Anda tanpa berpikir panjang.

2.      Menyiasati Pergerakan Kompetitor Bisnis Anda

    Langkah selanjutnya guna membuat bisnis Anda tetap eksis adalah untuk selalu memperhatikan dan menyiasati pergerakan kompetitor bisnis. Persaingan sudah menjadi musuh nyata di dalam perjalanan bisnis dan juga perusahaan Anda. Bahkan persaingan itu tidak melulu berasal dari satu atau dua kompetitor saja, bisa dari banyak perusahaan karena ide bisnis yang ditawarkan memiliki kemiripan.  

Solusi untuk permasalahan ini adalah dengan selalu memperhatikan perkembangan serta strategi apa yang pesaing Anda terapkan. Melalui cara ini, maka Anda akan semakin mudah untuk mengatasi larinya semua konsumen ke perusahaan mereka. Tapi ingat, maksud dalam memperhatikan atau menyiasati pesaing ini dilakukan secara sehat.

3.      Inovasi Produk Anda agar Masyarakat semakin Tertarik untuk Menjadi Konsumen Anda

    Dalam urusan tren, masyarakat akan secara tidak langsung menuntut para pelaku bisnis untuk menghadirkan produk yang memiliki inovasi terbaru dan berbeda dari produk yang sudah ada. Dalam hal ini, Anda bisa memperbarui ide dalam produk atau jasa yang Anda tawarkan, sehingga masyarakat akan semakin tertarik untuk mencoba produk tersebut dan menjadi konsumen Anda.

Menciptakan produk atau jasa yang baru memang bukan hal yang mudah dan tidak murah. Tapi Anda bisa menyiasatinya dengan mengumpulkan ide-ide segar didukung dengan pihak yang berpengalaman matang dalam bidang yang Anda kerjakan. Ide dan pengalaman yang matang akan menjadi modal utama untuk berinovasi dan menciptakan produk baru.

4.      Ikuti Perkembangan Pasar

    Anda tidak bisa mengalahkan trend tanpa mengikuti trend itu sendiri. Pada umumnya, para konsumen akan selalu tertarik dan memiliki perhatian lebih kepada perkembangan tren baru. Oleh karena itu, secara tidak langsung kita juga bisa mengetahui minat para konsumen saat ini. Salah satu contoh kegagalan mengikuti tren pasar yang besar dapat kita lihat dari produk telepon genggam milik Nokia. Ketika platform iOS dan Android berkembang pesat, Nokia memutuskan untuk tetap bertahan dengan platform miliknya Symbian. Kekalahan telak tentu saja harus dihadapi oleh Nokia mengingat kualitas iOS dan juga Android cukup jauh dengan Symbian. Sehingga akhirnya Nokia mengubah platformnya dari Symbian menjadi Windows mobile yang memiliki kualitas setara dengan kompetitornya saat itu. Namun, langkahnya dinilai terlambat, sehingga mereka tetap kehilangan pasar yang sudah dikuasai selama puluhan tahun sebelumnya.

 

    Berikutnya kita akan membahas tenatng apa sih teknologi yang di pake tokopedia? Mari kita bahas tentang teknologi di tokopedia. CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengaku telah menerapkan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan pada aplikasi Tokopedia. Fitur di aplikasi Tokopedia yang menggunakan teknologi AI itu, kata William, yakni layanan pelanggan (customer care) dan pencarian gambar (image Search).

Head of Research Scientist Tokopedia Irvan Bastian Arief menjelaskan pihaknya juga mengembangkan fitur Image Search yang memudahkan para pengguna untuk mencari produk yang mereka inginkan pada aplikasi Tokopedia, cukup dengan mengambil gambar produk melalui image search. 

Saat ini, Tokopedia bersama dengan Universitas Indonesia juga telah membangun pusat pengembangan AI pertama di Indonesia. Wiliam menyebut penelitian dari pusat pengembangan itu akan menghasilkan solusi berbasis AI untuk menghadirkan solusi untuk mengatasi masalah pada industri e-commerce seperti manajemen risiko, logistik, keamanan siber,serta pembayaran.

Tokopedia-UI AI Center of Excellence didukung teknologi super-komputer deep learning NVIDIA DGX-1, yang dilengkapi dengan GPU NVIDIA Tesla V100.
GPU NVIDIA Tesla V100 dirancang dengan struktur Tensor Core untuk mempercepat kinerja AI. 'Komputer super dalam kotak' ini menggunakan NVIDIA GPU Cloud Deep Learning Stack yang mampu melakukan pelatihan data empat kali lipat lebih cepat dibanding sistem berbasis GPU lainnya. 

Sumber:

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190330085326-185-381950/tokopedia-terapkan-teknologi-kecerdasan-buatan-di-aplikasi

https://id.wikipedia.org/wiki/Tokopedia

 


Rabu, 02 Desember 2020

Demokrasi Digital dan Media Tradisional

Haiii saya Dani Nur Adheanto di sini saya akan menjelaskan tentang Demokrasi dan media tradisional oke kita lanjut saja langsung ke intinya...

Demokrasi

Demokrasi di era digital berarti orang dapat berpendapat bebas di sebuah media informasi. masyarakat dengan mudah bisa mengkritik pemerintah melalui status maupun meme yang dibuat se-kocak mungkin di sosial media. Respon masyarakat yang sudah melek digital tak perlu diragukan lagi dalam menanggapi setiap kebijakan pemerintah. Bullying yang dikemas dalam bentuk gambar pun kerap hadir di tengah-tengah sosial media yang digunakan untuk mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah hingga setiap prilaku dari para pejabat pemerintah.                 

         Media  Digital Tradisional

Media komunikasi tradisional tampil dalam berbagai bentuk dan sifat, sejalan dengan variasi kebudayaan yang ada di daerah-daerah itu Media tradisional dikenal juga sebagai media rakyat. Dalam pengertian yang lebih sempit, media ini sering juga disebut sebagai kesenian rakyat. Dalam hubungan ini Coseteng dan Nemenzo (dalam Jahi, 1988) mendefinisikan media tradisional sebagai bentuk-bentuk verbal, gerakan, lisan dan visual yang dikenal atau diakrabi rakyat, diterima oleh mereka, dan diperdengarkan atau dipertunjukkan oleh dan/atau untuk mereka dengan maksud menghibur, memaklumkan, menjelaskan, mengajar, dan mendidik.

Keberadaan Media Tradisional

Pada masa silam, media tradisional pernah menjadi perangkat komunikasi sosial yang penting. Kinipenampilannya dalam masyarakat telah surut. Di Filipina, Coseteng dan Nemenzo (dalam Jahi, 1988) melaporkan bahwa surutnya penampilan media ini antara lain karena:

1. Diperkenalkannya media massa dan media hiburan modern seperti media cetak, bioskop, radio, dan televisi.

2. Penggunaan bahasa Inggris di sekolah-sekolah, yang mengakibatkan berkurangnya penggunaan dan penguasaan bahasa pribumi, khususnya Tagalog.

3. Semakin berkurangnya jumlah orang-orang dari generasi terdahulu yang menaruh minat pada pengembangan media tradisional ini, dan

4. Berubahnya selera generasi muda.

             
          Media Digital Modern 

Media digital modern merupakan bentuk media elektronik yang menyimpan data dalam wujud digital, bukan analog. Pengertian dari media digital dapat mengacu kepada aspek teknis (misalnya harddisk sebagai media penyimpan digital) dan aspek transmisi (misalnya jaringan komputer untuk penyebaran informasi digital), namun dapat juga mengacu kepada produk akhirnya seperti video digital, audio digital, tanda tangan digital serta seni digital.

Fungsi Media Tradisional :

  1.    Sebagai sistem proyeksi
  2.    Sebagai penguat adat masyarakat
  3.   Sebagai alat pendidik

 

Fungsi Media Modern :

  1.  Mendapatkan Informasi terkini
  2.  Mencari ilmu di mana saja
  3.  Mencari hiburan

Contoh kasus : Elektronik Votes In Haiti

Pada kasus ini  Pierre Michel Chéry (Haiti Priorise) mengungkapkan dampak positif penerapan e-voting untuk pemilihan umum di Haiti yang terbukti sangat efisien. "Pengeluaran pemilu dapat dihemat hingga 1.2 miliar gourdes atau setara Rp250 miliar," katanya seperti dikutip Huffington Post.

Biaya pembelian mesin pemilihan elektronik senilai 1,1 triliun gourdes atau setara Rp242 miliar. Biaya itu sudah termasuk membeli mesin pemilihan, sebelas ribu mesin, termasuk perangkat keras, perangkat lunak, dan biaya operatornya.

Untungnya, KPU Haiti dapat menghemat biaya percetakan surat suara senilai 880 juta gourdes atau sekitar Rp188 miliar dan pengelolaan pusat tabulasi senilai 271 juta gourdes atau sekitar Rp58 miliar. Belum lagi, penghematan biaya transportasi yang digunakan untuk pendistribusian surat suara.

Berkat e-voting, KPU dapat menghitung hasil perhitungan suara dengan cepat karena mesin pemilihan elektronik langsung terhubung ke server, baik regional maupun nasional.

.

 

Sumber :

http://adiprakosa.blogspot.com/2008/01/media-tradisional.html

https://infokomputer.grid.id/read/12889848/metode-e-voting-terbukti-bisa-tekan-biaya-pemilu-dan-lebih-akurat

http://demosindonesia.org/2015/02/digitalisasi-demokrasi/

 

 

 

 

Minggu, 29 November 2020

KESENJANGAN DIGITAL

 

Haiii saya Dani Nur Adheanto di sini saya akan menjelaskan tentang kesenjangan digital oke kita lanjut saja lansung ke intinya

 

Konsep dari Kesenjangan Digital

Pertama saya akan menjaleskan tentang Kesenjangan digital adalah kesenjangan ekonomi dan sosial terkait akses, penggunaan, atau dampak teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Kesenjangan antara antarnegara (seperti kesenjangan digital di Amerika Serikat) dapat mengacu kepada kesenjangan antar individu, rumah tangga, bisnis, atau wilayah geografis, biasanya dengan tingkat sosial-ekonomi yang berbeda atau kategori demografi lain. Kesenjangan antarnegara atau kawasan dunia disebut kesenjangan digital global, yaitu kesenjangan teknologi antara negara berkembang dan negara maju di tingkat internasional.

Penyabab terjadinya kesenjangan digital

Masih banyak Masalah kesenjangan digital (digital divide) di Indonesia sebenarnya dipengaruhi oleh tidak meratanya pembangunan infrastruktur jaringan komunikasi dan regulasi di berbagai daerah. Adanya perbedaan pola hidup antara masyarakat perkotaan dan pedesaan di daerah-daerah yang sudah maju. Masyarakat perkotaan di daerah yang sudah maju mempunyai kemampuan dan wawasan yang lebih tinggi akan teknologi informasi dibandingkan masyarakat perkotaan yang hidup di daerah kurang maju. Demikian pula, masyarakat pedesaan di daerah yang sudah maju, mereka akan mempunyai pengetahuan yang sedikit lebih tinggi untuk mengenal teknologi informasi dibanding masyarakat pedesaan di daerah yang kurang maju (bahkan tidak terjangkau jaringan komunikasi sama sekali). Contohnya adalah : Kekurangan skill SDM disini bisa dikatakan sebagai minat dan kemampuan dari seseorang untuk menggunakan sarana digital. Masih banyak masyarakat yang merasa gugup, takut sehingga enggan menggunakan sarana digital seperti komputer atau laptop.

Dampak positif dan negatif kesenjangan digital

  • Dampak positif 

Kesenjangan digital bagi sebagian orang yang belum mengenal atau menerapkan teknologi adalah masyarakat dapat termotifasi untuk ambil bagian dalam peningkatan teknologi informasi. Teknologi informasi merupakan teknologi masa kini yang dapat menyatukan atau menggabungkan berbagai informasi, data dan sumber untuk dimanfaatkan sebagai ilmu bagi kegunaan seluruh umat manusia melalui penggunaan berbagai media dan peralatan telekomunikasi modern. Dengan menggunakan berbagai media, peralatan telekomunikasi dan computer canggih, Teknologi Informasi akan terus berkembang dan mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan dan peradaban umat manusia di seluruh dunia. Kemajuan peradaban manusia di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pada abad informasi ini telah memudahkan manusia berkomunikasi antara satu dengan lainnya.

  • Dampak negatif kesenjangan digital

Kemajuan Teknologi Informasi itu terlahir dari sebuah kemajuan zaman, bahkan mungkin ada yang menolak anggapan, semakin tinggi tingkat kemajuan yang ada, semakin tinggi pula tingkat kriminalitas yang terjadi. Kehadiran internet ditengah masyarakat menimbulkan dampak positif dan Negatif, ibarat sebilah pisau, tergantung pemakainnya. Bila digunakan untuk hal-hal yang benar dan bermanfaat akan sangat membantu menyelesaikan pekerjaan, tetapi jika jatuh ditangan orang jahat akan membahayakan orang lain. Misalnya ; Pembobolan Kartu Kredit, pembobolan kartu kredit (Credit Card Fraud) dengan modus mencuri dan memalsukan kartu kredit. Perbuatan ini menimbulkan kerugian pada pemilik kartu Bank penerbit bahkan merugikan Negara.

 

Solusi mengurangi kesenjangan digital

Langkah yang terbaik untuk mengurangi kesejangan digital adalah menyiapkan masyarakat untuk bisa menangani, menerima, menilai, memutuskan dan memilih informasi yang tersedia. Penyiapan kondisi psikologis bagi masyarakat untuk menerima, menilai, memutuskan dan memilih informasi bagi diri mereka sendiri akan lebih efektif dan mendewasakan masyarakat untuk bisa mengelola informasi dengan baik.

 

Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Kesenjangan_digital#:~:text=Kesenjangan%20digital%20adalah%20kesenjangan%20ekonomi,informasi%20dan%20komunikasi%20(TIK).

http://kesenjangandigitalbppn.blogspot.com/

http://ranitadeinl.blogspot.com/2016/09/kesenjangan-digital-konsep-penyebab.html

 

 

 

Senin, 23 November 2020

Participatory Culture

Hai Saya Dani Nur Adheanto,,,  Di sini saya akan menjelaskan budaya partisipatif kita lanjut saja langsung ke materinya

            Budaya partisipatif ialah konsep yang berlawanan dengan budaya konsumen - dengan kata lain budaya dimana individu pribadi (publik) tidak bertindak sebagai konsumen saja, tetapi juga sebagai kontributor atau produsen ( prosumers ). Kemajuan teknologi baru-baru ini (kebanyakan komputer pribadi dan Internet) telah memungkinkan orang-orang pribadi untuk membuat dan menerbitkan media semacam itu, biasanya melalui Internet. Karena teknologi sekarang memungkinkan bentuk baru ekspresi dan keterlibatan dalam wacana publik, budaya partisipatif tidak hanya mendukung kreasi individu tetapi juga hubungan informal yang memasangkan siswa dengan para ahli. Budaya baru yang berkaitan dengan Internet ini disebut sebagai Web 2.0.  Dalam budaya partisipatif, "orang muda secara kreatif menanggapi sejumlah besar sinyal elektronik dan komoditas budaya dengan cara yang mengejutkan pembuatnya, menemukan makna dan identitas yang tidak pernah dimaksudkan untuk berada di sana, dan menentang nostrum sederhana yang meragukan manipulasi atau kepasifan" konsumen. "

               Budaya partisipatif sudah ada lebih lama dari Internet. Kemunculan Asosiasi Pers Amatir di pertengahan abad ke-19 adalah contoh budaya partisipatif sejarah; pada saat itu, anak muda sedang mengetik dan mencetak publikasi mereka sendiri. Publikasi ini dikirim melalui jaringan orang dan menyerupai apa yang sekarang disebut jaringan sosial. Evolusi dari zine , acara radio, proyek grup, dan gosip menjadi blog, podcast, wiki, dan jejaring sosial telah sangat memengaruhi masyarakat. Dengan layanan web seperti eBay , Blogger , Wikipedia , Photobucket , Facebook , dan YouTube, tidak heran jika budaya menjadi lebih partisipatif. Implikasi dari pergeseran bertahap dari produksi ke produsage yang mendalam, dan akan mempengaruhi inti dari budaya, ekonomi, masyarakat, dan demokrasi

Keterlibatan masyarakat secara partisipatif dalam proses pembangunan teknologi, terus berkembang untuk jalannya komunikasi, kolaborasi, dan ide - ide, itu juga menimbulkan peluang baru bagi masyarakat untuk membuat konten mereka sendiri. Hambatan seperti waktu dan uang mulai menjadi kurang signifikan terhadap kelompok besar masyarakat. Misalnya, pembuatan film dibutuhkan sekali dana dalam jumlah besar peralatan mahal, tapi sekarang klip video dapat dibuat dengan peralatan yang terjangkau untuk banyak orang. Kemudahan yang konsumen ciptakan telah tumbuh.

Contohnya dari Participatory culture adalah Smartphone merupakan salah satu contoh yang memadukan unsur interaktivitas, identitas, dan mobilitas. Mobilitas smartphone menunjukkan bahwa media tidak lagi terikat oleh ruang dan waktu yang dapat digunakan dalam konteks apapun. Teknologi terus berkembang ke arah ini karena semakin digerakkan oleh pengguna dan tidak terlalu terbatas pada jadwal dan lokasi, misalnya, perkembangan film dari bioskop ke tontonan rumah pribadi, hingga sekarang smartphone yang dapat ditonton kapan saja dan di mana saja. Ponsel cerdas juga meningkatkan budaya partisipatif dengan meningkatkan tingkat interaktivitas. Alih-alih hanya menonton, pengguna secara aktif terlibat dalam pengambilan keputusan, menavigasi halaman, menyumbangkan konten mereka sendiri, dan memilih tautan apa yang akan diikuti. Ini melampaui tingkat interaktivitas "keyboard", di mana seseorang menekan tombol dan huruf yang diharapkan muncul, dan menjadi aktivitas yang agak dinamis dengan opsi-opsi baru yang terus-menerus dan pengaturan yang berubah, tanpa formula yang ditetapkan untuk diikuti. Peran konsumen bergeser dari penerima pasif menjadi kontributor aktif. Ponsel cerdas melambangkan hal ini dengan pilihan dan cara yang tak ada habisnya untuk terlibat secara pribadi dengan berbagai media pada saat yang sama, dengan cara nonlinear.

Smartphone juga berkontribusi pada budaya partisipatif karena cara mengubah persepsi tentang identitas. Seorang pengguna dapat bersembunyi di balik avatar, profil palsu, atau diri yang diidealkan saat berinteraksi dengan orang lain secara online. Tidak ada pertanggungjawaban untuk menjadi yang dikatakan orang. Kemampuan untuk masuk dan keluar dari peran mengubah efek media pada budaya, dan juga pengguna itu sendiri.Sekarang orang tidak hanya menjadi peserta aktif dalam media dan budaya, tetapi juga imajinasi mereka sendiri.

 

Sumber :

https://en.wikipedia.org/wiki/Participatory_culture

http://saraahputi.blogspot.com/2015/12/mobilitas-interaktivitas-dan-identitas.html

 

 

Teori Komputasi dan Implementasi Teori Komputasi di Bidang Ekonomi

1. Sejarah Teori Komputasi         Teori komputasi bisa dijadikan penciptaan sebuah model dari seluruh bidang ilmu komputer. Maka, matematik...